Ramadhan dan Idul Fitri di Mesir bersama Mentari Ilmu

Duuuuaaaarrrrrrr………..!
Suara petasan mengiringi keputusan akhir sidang itsbat Darul Ifta (MUI-nya Mesir) yang menetapkan bahwa petang itu sudah masuk tanggal 1 Ramadhan 1443 H karena hilal sudah terlihat. Petang itu, suasana di Mesir begitu gegap gempita dan bercahaya. Jalan-jalan dan gedung-gedung dihias dengan aneka lampu warna-warni dan hiasan-hiasan yang indah.
Petang itu, Jum’at 1 April 2022 Masehi, sekitar pukul 19.15 atau sekitar setengah jam sebelum Isya, para santri bergembira dan bersiap-siap melaksanakan sholat tarawih pertama di Bulan Ramadhan tahun ini. Pada malam pertama sampai malam kedua puluh, santri melaksanakan sholat tarawih di asrama dengan target membaca 1 juz dalam 8 roka’at sholat tarawih dan 3 roka’at sholat witir. Tarawih dilaksanakan dengan 2 roka’at salam dan witir dengan 3 roka’at salam. Setiap satu salam, santri bergantian menjadi imam.
Ramadhan tahun ini bertepatan dengan awal musim semi, peralihan antara musim dingin ke musim panas. Alhamdulillah, cuaca sangat mendukung untuk berpuasa, tidak terlalu panas, tidak terlalu dingin. Di awal Ramadhan, suhu udara cenderung hangat dan beberapa hari suhu udara sedikit panas. Hal ini sangat menggembirakan karena sejak Desember Mesir diselimuti suhu dingin antara 7-15 Celcius. Suhu di awal sampai dengan dengan 10 Ramadhan berkisar antara 20-40 Celcius. Dari tanggal 11 sampai akhir Ramadhan, suhu sedikit turun namun tetap hangat di sekitar 18-35 Celcius.
Suhu yang hangat sangat mendukung untuk aktivitas di malam-malam bulan Ramadhan, baik untuk tilawah, tahajjud, maupun untuk sahur. Di awal Ramadhan, waktu shubuh datang pada pukul 04.23 dan di akhir Ramadhan shubuh datang jauh lebih awal, yaitu pada pukul 03.38. Waktu shubuh di akhir Ramadhan 45 menit lebih awal dibanding di awal Ramadhan. Waktu bangun untuk tahajjud dan sahur harus benar-benar dijaga supaya tidak telat. Santri makan sahur bersama sekitar 30 menit menjelang shubuh.
Durasi siang hari di Ramadhan tahun ini lebih panjang karena menjelang musim panas. Di awal Ramadhan, maghrib bertepatan dengan dengan pukul 18.22 dan di akhir Ramadhan datang lebih telat pada pukul 18.41. Sekitar 1 jam sebelum maghrib, santri melaksanakan program tadarus bersama dengan target membaca 1 juz Al Qur’an dengan metode saling simak.

Tadarus bersama menjelang berbuka puasa

Berbuka puasa adalah salah satu hal yang paling membahagiakan bagi orang yang berpuasa. Kebahagiaan berbuka puasa terasa lebih bermakna saat melaksanakannya bersama dengan teman-teman. Untuk kebarokahan, santri Mentari Ilmu Cairo juga mengundang santri dari Markaz lain yang berdekatan lokasi asramanya, yaitu santri Rumah Qur’an Salman Al Farisy. Kegiatan buka puasa bersama ini dilaksanakan pada tanggal 29 April 2022.
Ada satu hal yang unik tentang buka puasa di Mesir: warga Mesir berlomba-lomba menyediakan makanan untuk berbuka di tempat-tempat umum. Siapa saja boleh menikmati sajian buka puasa yang disebut “Ma’idatur Rahman” ini, baik orang yang dalam perjalanan maupun yang sengaja datang. Menu buka puasa yang disiapkan juga tergolong mewah, bervariasi, enak untuk disantap baik oleh warga lokal Mesir maupun para pendatang, termasuk pelajar dari Indonesia. Di akhir Romadhon, warga Indonesia yang bermukim di Mesir juga aktif menyediakan “Ma’idatur Rahman” dengan menu khas Indonesia.
Puasa Ramadhan 1443 di Mesir digenapkan 30 hari. Di hari terakhir puasa, tanggal 1 Mei 2022, santri Mentari Ilmu Cairo menghadiri undangan buka puasa di rumah Ustadz Han Han Ulumudin (pengajar dan penasihat Mentari Ilmu). Jarak dari asrama Mentari Ilmu Cairo ke rumah Ustadz Han Han Ulumudin sekitar 30 menit perjalanan. Ustadz Han Han Ulumudin memperkenalkan sejumlah makanan lokal Mesir yang tetap terasa ni’mat di lidah santri asal Indonesia.
Pada hari Iedul Fithri, santri dan asatidz Mentari Ilmu Cairo melaksanakan sholat Ied di Masjid Syurthoh. Kata “syurthoh” bermakna polisi. Masjid tersebut diberi nama Masjid Syurthoh karena terletak di kompleks kepolisian Mesir. Jarak dari asrama Mentari Ilmu Cairo dengan Masjid Syurthoh sekitar setengah jam perjalanan. Sholat Ied di Masjid Syurthoh dihadiri ribuan orang, baik penduduk lokal Mesir maupun para pendatang dari berbagai belahan bumi.

Tadarus Bersama di rumah Ustadz Han Han Ulumudin