We aim to become a reliable institution in disseminating advanced and comprehensive Islamic education services.

Get In Touch

Call Now

0822-4433-3448

PERJALANAN PANJANG LDBI

Tentang LDBI & Permulaan kami

Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) Kabupaten Karawang 2026 yang diselenggarakan di SMA Negeri 1 Karawang pada hari Senin, 25 Mei 2026 menjadi ajang kompetisi yang mempertemukan 18 sekolah dari berbagai penjuru Karawang. Kompetisi ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang kritis, adaptif, dan berkarakter melalui kemampuan berpikir kritis (Critical Thinking), berbahasa, serta membangun karakter dan mentalitas yang tangguh.

Tim kami, tim khusus LDBI SMAIT Mentari Ilmu Karawang terbentuk melalui proses seleksi siswa-siswi yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler debat. Dan kami, Muhammad Fathan Arendra (Fathan), Taqiya Syafiqo Qurrotu’aini (Taqiya), dan Adyndha Qanaya Dhwytiara Permana (Anay) terpilih dan dipercaya untuk mewakili sekolah dalam perlombaan tersebut. Kepercayaan ini diberikan bukan tanpa alasan, melainkan karena kami telah menunjukkan kemampuan berpikir kritis, keberanian dalam menyampaikan pendapat, serta komitmen yang baik dalam mengembangkan kemampuan debat.

Proses panjang yang harus dilewati

Dalam setiap perlombaan, proses persiapan menjadi bagian yang sangat penting untuk mencapai hasil yang maksimal. Persiapan yang baik tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan peserta, tetapi juga melatih kedisiplinan, kerja sama, dan ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan. Hal tersebut juga dirasakan oleh kami sebagai tim LDBI SMAIT Mentari Ilmu Karawang selama mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat kabupaten ini.

Dengan amanah yang telah diberikan, menjalani berbagai proses latihan di tengah padatnya aktivitas sekolah menjadi tantangan terbesar bagi kami, terlebih saat dihadapi dengan keterbatasan waktu. Fathan dan Taqiya yang saat itu sedang mengikuti kegiatan PKD (Praktik Kepemimpinan Diri) yang dilaksanakan selama 2 minggu juga harus membagi fokus antara kegiatan kepemimpinan dan persiapan lomba, sedangkan Anay yang masih duduk di kelas 10 tengah disibukkan dengan proyek Karya Tulis Ilmiah (KTI). Di tengah kesibukan tersebut, kami  tetap berusaha meluangkan waktu untuk berdiskusi, memperdalam materi, serta melatih kemampuan argumentasi agar dapat memberikan performa terbaik saat perlombaan berlangsung. Kami juga sangat tidak ingin menyiakan-nyiakan waktu yang tersedia, sehingga setiap kesempatan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mempersiapkan lomba debat ini. 

Ketika kesibukan menjadi bentuk tantangan bagi kami dalam berlatih, tidak lupa bahwa dalam perjalanan untuk membentuk keberhasilan tersebut, terdapat orang orang yang memilih untuk memberi semangat dan kontribusi penuh bagi kami, kredit kepada tim Karawang Debate School Championship (KSDC) yang terdiri dari Izzah, Dina dan Aurel, yang selalu menjadi lawan sparing kami. Tidak lupa kepada seluruh kakak kelas kami, Brother Fikri, Akmal, Sister Afreeda, Faiza, Keyla dan Raisha. Selain itu kepada Pembina yang terus memberikan kami kesempatan dan ilmu, Miss Silvi, serta semua yang hadir di sisi kami. 

Selain berlatih secara teknis, kami juga fokus membangun kekompakan dan komunikasi yang baik. Karena kami memahami bahwa keberhasilan dalam debat tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada kerja sama tim yang solid. Berbagai evaluasi kami lakukan untuk memperkuat strategi debat, sementara persiapan spiritual juga terus dijaga melalui doa dan ikhtiar agar diberikan kelancaran selama perlombaan.

Titik terendah & titik balik

Tekanan dan harapan seolah terus membebani pundak kami, seolah tidak bisa lupa bahwa kami memegang harapan akan kemenangan Mentari Ilmu seperti apa yang sudah dicapai di LDBI sebelumnya. Regenerasi baru ini seolah membawa amanah baru, khususnya dalam berlatih kembali dari titik nol, melewati banyak keputusasaan dan paksaan akan rasa pesimis, dan ketakutan terbesar kami akan ekspektasi dan seberapa sulit lawan kami nantinya. Belum lagi kesibukan yang berbenturan dari segala sisi, semua hal ini seolah dicampur aduk menjadi satu, membuat pikiran kami tidak beraturan dan kusut.

Namun pada akhirnya, kepercayaan datang dari orang-orang yang terus berada di sekitar kami, dari mereka yang selalu bersedia menyempatkan waktunya siang dan malam untuk membersamai dan mendukung kami. Pada akhirnya kami percaya, bahwa mereka yang berharap, mereka yang berekspektasi, adalah bahan bakar bagi kami untuk terus maju, tanpa henti untuk menggapai apa yang kami dan semuanya harapkan bersama, hingga inilah titik keberhasilan kami sekarang. 

ShowTime! Saatnya kami bersinar

Hari perlombaan menjadi momen yang dinantikan setelah melalui berbagai proses persiapan. Dengan membawa bekal latihan yang telah dilakukan, kami tim LDBI SMAIT Mentari Ilmu Karawang berusaha tampil percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik di setiap babak. Kemampuan menyusun argumentasi, berpikir cepat dalam menanggapi sanggahan, serta kerja sama yang baik menjadi kekuatan yang membantu kami menghadapi berbagai tantangan selama kompetisi berlangsung.

Usaha dan perjuangan yang telah kami lakukan akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Tim LDBI SMAIT Mentari Ilmu Karawang berhasil meraih Juara 1 LDBI Kabupaten Karawang 2026. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan semangat pantang menyerah mampu mengantarkan seseorang pada pencapaian terbaik. Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim yang bertanding, tetapi juga bagi seluruh keluarga besar SMAIT Mentari Ilmu Karawang. 

Siswa SMAIT Mentari Ilmu Karawang meraih Juara 1 di Lomba Debat Bahasa Indonesia

Semoga prestasi yang diraih dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, berani menghadapi tantangan, dan tidak ragu untuk mengambil kesempatan dalam meraih prestasi. Karena pada akhirnya, setiap keberhasilan besar selalu diawali oleh keberanian untuk mencoba, kesungguhan dalam berproses, dan keyakinan untuk terus berkembang menjadi lebih baik.

Ditulis oleh : Muhammad Fathan Arendra (Fathan), Taqiya Syafiqo Qurrotu’aini (Taqiya), dan Adyndha Qanaya Dhwytiara Permana (Anay)

Related Posts

06

Des

Pendekatan Naratif dalam Pembelajaran (Bagian 1)

Oleh : Eka Dewi Nuraeni Mari kita simak cuplikan pembelajaran yang dilakukan oleh Pak Wawan, seorang guru

22

Agu

Susunan Acara Study Sharing

17

Feb

Generasi Emas 2045: Pilar Kompetensi Masa Depan

Oleh : Rosadi “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.”